Bunaken : Surga Bawah Laut Sulawesi Utara (Bag. I)


Pernah mendengar nama Bunaken, salah satu pesona Indonesia yang mendunia. Pertama kali Saya tahu kalau ada suatu tempat yang bernama Bunaken dari buku pelajaran IPS di ‘esde’ disitu tertera daftar taman nasional di Indonesia. 

Taman Nasional Bunaken didirikan 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama di dunia. Pada 2005 Bunaken menjadi situs warisan dunia setelah didaftarkan Indonesia di UNESCO. Terjadi peningkatan yang signifikan pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional ini. 


Ditambah lagi saat Indonesia  kembali mengukir sejarah dalam dunia kelalutan. World Ocean Conference (WOC) atau Konfrensi Kelautan Dunia serta Coral Triangle Initiative (CTI) Summit 2009 (Pertemuan Negara-negara Setitiga Terumbu Karang) yang digelar di Mando Sulawesi Utara, 11 – 15 Mei 2009. Dan juga Sail Bunaken 2009 merupakan salah satu International Event kerjasama antara Departemen Kelautan & Perikanan dan TNI AL.

Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap. Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35 ribu jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan serta 25%-nya bekerja pada bidang pariwisata.

Anda bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki atau mengunakan kapal untuk berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainya. Bahkan hanya dengan berjalan mengelilingi pantai saja sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan. 

Jadi, menyelam memang bukan pilihan satu-satunya. Cara lainnya adalah menggunakan kapal semi selam yang disewakan di lepas pantai Pulau Bunaken. Kapal ini menyediakan dinding-dinding kaca untuk bisa menikmati keindahan dan eksotisme dasar laut Bunaken. Ada pula kapal selam Blue Banter yang hanya akan beroperasi saat air laut pasang. Pemandangan yang didapatkan tentu saja lebih maksimal meski tarifnya jauh lebih mahal dari kapal semi selam berdinding kaca.


Transportasi

Di Bunaken seakan surga bawah laut terletak, di bawah teluk Manado dengan keindahan flora dan fauna yang terdapat disana.  Untuk mencapai Manado, ada pilihan maskapai penerbangan yang melayani rute tersebut, baik dari Jakarta, Denpasar, Makassar dan Sorong. 

Dari Jakarta, Anda bisa memilih Garuda Indonesia yang terbang dua kali sehari, Lion Air sebanyak 3 kali sehari dan Batavia Air dua kali sehari, perjalanan memakan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. 

Pulau Bunaken sangat mudah di capai dari Manado dengan kapal motor. Berangkat dari pelabuhan Manado, Molas, Kalasey, dan Pantai Tasik Ria. Di pelabuhan Manado banyak pemilik kapal yang menyewakan kapal penyeberangan dari Manado ke Bunaken berangkat sekitar pukul 14.00 (tergantung pada pasang surut air laut).

Untuk tempat persewaan kapal dari Manado menuju Bunaken Anda dapat memilih Pasar Bersehati dan Marina. Sewa kapal dari Pasar Bersehati Manado ke Bunaken dengan tarif antara Rp 300 ribu – Rp 400 ribu. Sedangkan jika dari Marina tarif yang berlaku lebih mahal yakni sekitar Rp 600 ribu – Rp 800 ribu. Cara lebih ekonomis adalah bergabung bersama wisatawan-wisatawan lainnya dengan menumpang kapal tradisional bertarif Rp 50 ribu per orang. Hanya saja mesti menunggu tempat duduk di atas kapal penuh dulu baru berangkat. 

Akomodasi

Di pulau ini Anda bisa memilih penginapan dengan harga mulai dari Rp 40,000,00 per orang per hari, termasuk fasilitas penuh. Beberapa operator selam di Bunaken menawarkan akomodasi lebih mahal tentunya dengan fasilitas memadai.

Anda juga dapat memilih tinggal di hotel di kota Manado dan kemudian memesan paket harian ke Bunaken. Biasanya berangkat pagi hari dan kembali di sore hari. Lihat direktori hotel berbintang di Manado.

Tips


Ada beberapa restoran dan kafe di sepanjang Manado dan kepulauannya. Cobalah makanan andalan tempat ini yaitu makanan laut, bubur manado, dan makanan yang terbuat dari kelapa.

Beragam kerajinan laut seperti hiasan yang terbuat dari kulit kerang, terumbu karang, dan lain-lain dapat Anda beli untuk oleh-oleh. Kota Manado juga memiliki banyak tempat untuk berbelanja makanan, kaos, kain, kerajinan tangan, dan hiasan-hiasan kecil yang unik dan indah.

Tanda masuk dan tiket dapat dibeli melalui operator wisata bahari di Manado dan di Taman Nasional Bunaken.Anda juga dapat membeli di salah satu dari tiga counter tiket di Bunaken dan desa-desa Liang di pulau Bunaken dan Siladen.

Anda harus menyadari bahwa selama musim pengunjung antara  Juli dan Agustus biasanya akan sangat ramai. Banyak resor dan operator selam tidak akan dapat menerima wisatawan masuk pada waktu itu karena sudah penuh dipesan. Oleh karena itu, lebih baik melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Cobalah untuk menyewa peralatan dari perusahaan besar yang dapat diandalkan  tapi ingat, bahwa tanggung jawab untuk memeriksa perlatan tetap ada pada diri Anda sendiri.

Jika Anda adalah petualang sejati, tentunya tidak akan melewatkan untuk melanjutkan petualangan bahari di Raja Ampat dan Pulau Wayag, di Papua.
Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s