Sekilas Tentang Gunung dan Hutan



Definisi, mountaineering diartikan sebagai kegiatan pendakian gunung. Pendakian gunung adalah suatu olahraga keras,penuh petualangan,dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, keuatan serta daya juang yang tinggi. Dalam arti luas pendakian gunung berarti suatu perjalanan, mulai dari hill walking sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit hingga butuh waktu lama. Definisi lain adalah sebuah kegiatan alam bebas yang menggunakan wahana gunung sebagai sarana kegiatannya.
Orang awam kadang menyamakan antara pendaki gunung dengan pecinta alam, padahal pendaki gunung masih jauh dikatakan sebagai pecinta alam karena seperti yang kita lihat alam bebas dan hutan menjadi rusak dan kotor karena adanya orang-orang yang menamakan dirinya petualang atau pendaki gunung. Mereka berbeda dengan seorang pecinta alam yang sadar bahwa mendaki gunung merupakan kegiatan untuk mengenal dan menikmati alam bebas sehingga menimbulkan rasa cinta kepada alam sekelilingnya yang menjadikan mereka pantang berbuat kerusakan dan hanya meninggalkan jejak untuk mengakhiri petualangannya.

Jenis Pendakian Gunung
A.   Hill Walking/Feel Walking(hiking)
Hill walking/Feel Walking(hiking) adalah kegiatan menjelajahi daerah perbukitan yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata 45 derajat. Dalam hiking tidak di butuhkan alat bantu khusus. Kedua kakilah yang di andalkan sebagai media utamanya dan tangan sesekali digunakan untuk memegang tongkat jelejah.

B.   Scrambling
Merupakan kegiatan penakian gunung di wilayah dataran tinggi pegunungan yang lebih dari  bukit dan kemiringannya lebih ekstrem (kira-kira di atas 45 derajat). Dalam hiking kaki sebagai alat utama, tetapi dalam scrambling selain kaki, pendaki pun menggunakan tangan sebagai penyeimbang atau pembantu gerakan pendakian.

C.   Climbing
Berbeda dengan hiking dan scrambling. Perbedaannya terletak pada persoalan dibutuhkan-tidaknya alat bantu. Alat bantu khusus seperti carabiner, tali panjat, harness, figure of eight dan sling mutlak diperlukan. Alat bantu disesuaikan dengan medan jelajah yang sangat ekstrem. Kegiatan ini menggunakan tebing batu yang kemiringannya lebih dari 80 derajat.

Bentuk kegiatan climbing di bagi beberapa bagian,yaitu
1.      Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dan menggunakan peralatan yang khusus.
2.      Snow dan Ice Climbing (pendakian gunung es dan salju).
3.      Wall Climbing (panjat dinding).
4.      Panjat Tali: prusiking, jumating, rapling.
Pengetahuan yang dibutuhkan pada saat proses pendakian
Mendaki gunung bukanlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Berbagai kecelakaan terjadi  yang menelan korban jiwa. Ini bisa terjadi karena sapaan alam yang terlalu akrab yang diluar kemampuan pendaki untuk mengatasinya. Namun kecelakaan banyak terjadi menimpa para pendaki yang kurang berpengalaman dan pengetahuannya kurang memadai untuk melakukan kegiatan ini. Jadi mereka memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk melakukannya.

Pengetahuan yang perlu dalam  melakukan hill walking:
1.      Perlengkapan dan teknik dalam melakukan hill walking
2.      Makanan/nutrisi
3.      Ilmu medan dan navigasi
4.      Tali temali/simpul
5.      Teknik berbivoak : teknik mendirikan tenda darurat
6.      Survival : teknik untuk mempertahankan hidup dalam keadaan darurat
7.      Mountain medicine : teknik UPGD (usaha pertolongan gawat darurat)

Teknik Pendakian Gunung
     Sistem Pendakian Gunung
1.  Himalayan system
Sistem pendakian yang di gunakan untuk perjalanan pendakian yang panjang sehingga memerlukan waktu berminggu-minggu.
System ini berkembang dalam pendakian ke puncak-puncak di pegunungan Himalaya.
2.  Alpine Syste
 Sistem yang berkembang di pegunungan Alpen. Bertujuan agar pendaki mencapai puncak bersama-sama. Sistem ini lebih cepat karena pendaki tidak perlu kembali ke kemah utama. (base camp)
Dalam perencanaan pendakian, hendaknya memperhatikan :
–  Informasi
–  Buat ROP (Rencana Operasi Perjalanan)
–  Mengenali kemampuan diri dalam tim dalam menghadapi medan.
–  Mempelajari medan yang akan ditempuh.
–  Teliti rencana pendakian dan rute yang akan ditempuh secermat mungkin.
–  Pikirkan waktu yang digunakan dalam pendakian.
–  Periksa segala perlengkapan yang akan dibawa


Perencaan Kegiatan
Kita dapat menyusun rencana kegiatan atau perjalanan yang didalamnya mencakup rincian :
Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp, pembagian waktu dan sebagainya.

Pengurusan perizinan
Pembagian tugas panitia
Persiapan kebutuhan acara
Kebutuhan peralatan dan perlengkapan
dan lain sebagainya.

Dalam mempersiapkan suatu perjalanan ada beberapa tahapan antara lain :
1. Rencana perjalanan
A. Pengetahuan medan
a. Topografi : peta yang digunakan untuk mengetahui keadaan alam,rute,jarak dan             waktu.
b. Iklim dan cuaca  : keadaan iklim dan cuaca sangat berpengaruh terhadap keadaan logistic yang kita bawa.

B. Pengetahuan diri pribadi (kesiapan diri pribadi)
  Persiapan dalam Pendakian Gunung :
a. Mental : pendaki harus memiliki keberanian dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan di alam terbuka.
c. Pengetahuan dan keterampilan : pendaki harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pendakian, baik medan, cuaca, maupun tekhnik dalam mendaki.
d. Kondisi fisik yang memadai : pendakian gunuk termasuk olahraga yang berat sehingga       dibutuhkan kondisi fisik yang sehat.
e. Etika : pendaki gunung harus memiliki etika dalam mendaki gunung yang baik.
f. Kesiapan administrasi : Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju.

2. Bekal petualangan
Dalam memilih perbekalan dan perlengkapan hendaknya berdasarkan prinsip-prinsip :
– Bekal sesuai dengan medan yang kita hadapi
– Sesuai waktu yang telah ditentukan
– Sedikit/seringan mungkin namun cukup untuk kebutuhan
– Memperhatikan hal-hal khusus(obat-obatan)


Makanan (logistik).
Makanan yang dibawa seharusnya dapat memenuhi kebutuhan energi pendaki, selama pendakian seserorang membutuhkan sitar 5.000 kalori dan 100 gram protein, kalori dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi nasi. Namun ada baiknya hanya memakan nasi satu kali sehari di kala malam (saat berkemah) alasayanya beras realtif berat dan memerluakan waktu yang lama untu memasak serta menghabiskan banyak bahan bakar. Fungsi beras dapat diganti dengan roti, biskuit, coklat, dan hevermit. 

Hal yang perlu diperhatikan, hindari mengkonsumsi makanan yang harus dimasak lebih dahulu selama mendaki, karena hal ini hanya akan merepotkan dan menghabiskan waktu perjalanan. Pilihlah makanan praktis seperti coklat, roti, agar-agar, buah-buahan, dapat juga dibuat mixfood yang terdiri atas kacang, coklat, biskuit dan kismis. Umumnya makanan yang paling praktis dibawa adalah makanan instan yang memiliki kemasan, buanglah kemasan karton sebelum dimasukan dalam ransel dengan demikian berat ransel dapat berkurang dan makanan yang dibawapun tidak banyak memakan tempat didalam ransel.

3. Pengepakan barang
Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.

Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.

Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.

Pengepakan barang yang benar sebaiknya memenuhi kategori :
– Kelompokkan barang barang sesuai dengan jenis jenisnya.
– Masukkan dalam kantong plastik.
– Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
– Barang-barang yang berat diatas dan yang ringan dibagian bawah.
– Barang barang yang sering digunakan dan vital letakkan sedekat mungkin dengan tubuh dan mudah diambil.
– Membagi berat beban secara merata disebelah kiri dan kanan.
– Usahakan semua barang dapat masuk kedalam carier/ransel jangan ada barang yang bergelantungan diluar.

Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

4. Teknik berjalan
a. Berjalan dengan langkah-langkah kecil
b. Stabil tidak terlalu cepat atau lambat
c. Berjalan dengan zig zag
d. Jangan memotong jalan
e. Berjalan dengan beban berat dipundak
f. Jangan memusatkan pikiran pada gerak kaki dan berat badan, sesekali layangkanlah pikiran untuk menikmati pemandangan .
g. Berhenti sesekali tanpa duduk

6. Cara beristirahat
a. Duduk dengan kaki selonjor
b. Pilih lokasi yang baik atau bersandar dipohon
c. Makanlah sedikit untuk menjanggal perut
d. Tegukkan air sedikit

7. Cara Minum
a. Jangan terlalu banyak minum
b. Minumlah bila hanya untuk membasahi tenggorokan
Efek terlalu banyak minum :
a. Bekal air akan cepat habis
b. Banyak mengeluarkan keringat sehingga banyak kehilangan zat garam yang bisa menyebabkan kram
c. Cepat masuk angin
d. Tubuh menjadi loyo dan malas

8. Prosedur pendakian Gunung
Dalam melakukan pendakian gunung, ada beberapa langkah yang harus diikuti oleh pendaki, di antaranya,
a. Mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai
b. Menyelipkan perlengkapan yang diperlukan
c. Untuk leader (pemimpin), mengatur perlengkapan sedemikian rupa agar mudah diambil dan tidak mengganggu gerakan, untuk blayer (pengaman) memasang anchor, merapikan alat-alat, dan mengamankan leader apabila jatuh
d. Bila blayer dan leader sudah siap untuk melakukan pendakian , segera berikan aba-aba pendakian.
berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s